Yooooch: Hidup Mulia hanya Dengan Syariah Islam atau Syahid… Tidak Ada yang Kekal Men/Woman, Allahu Akhbar3x

Dialog Delegasi HTI-China : Kedubes Cina Kehabisan Argumentasi


HTI-Press. Delegasi Hizbut Tahrir Indonesia, Selasa (14/7) diterima oleh staf Kedubes Cina di Jakarta, di sela aksi unjuk rasa solidaritas terhadap Muslim Xinjiang yang dibantai oleh pemerintah Cina. Delegasi HTI yang dipimpin M Rahmat Kurnia ditemui oleh Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Cina, Pan Zheng Mao.

Sesampai di ruangan, delegasi dipersilakan duduk.Lalu, disodori air mineral.Namun, delegasi HTI menolak minuman tersebut.“Sorry, We can not drink waterfrom people who killed our brothers and sisters in Xinjiang,” tegas Rahmat Kurnia.

Mengawali pembicaraan, Pan menjelaskan bahwa sebenarnya korban di Xinjiang bukan hanya Muslim dari suku Uighur melainkan juga dari suku Han.Apa yang dilakukan di sana oleh pemerintah Cina, menurutnya, sudah sesuai hukum karena menindak pelaku kriminal.Dia terus berbicara ingin memberikan penjelasan.

Rahmat segera memotong, “Maaf, kamidatang ke sini ingin menyampaikan sikap kami.Izinkan kami menyampaikannya.Pertama, kami mengutuk pemerintahan Cina yang telah melakukan pembantaian terhadap kaum Muslim Xinjiang.Kedua, kami memperingatkan pemerintah Cina untuk segera menghentikan kedzaliman dan pembantaian terhadap kaum Muslim di Xinjiang. Ketiga, kami mendesak Cina untuk memulihkan hak-hak Muslim di sana.”

Mendengar pernyataan seperti itu Pan menyatakan, “Bagaimana kami dapat menghentikan pembantaian, sebab kami tidak melakukannya”.Suasana menjadi tegang.

“Apakah Anda tidak melihat berbagai tayangan di TV yang menunjukkan pembantaian tersebut?Tidakkah anda menyaksikan tayangan ibu-ibu berkerudung diseret?Tidakkah Anda saksikan para tentara bersenjata berbaris menghadang di depan masjid menghalangi kaum Muslim menunaikan shalat?” tukas Ustadz Rahmat dengan nada geram.

Sekretaris Pertama Cina segera mengelak, “Informasi dan media yang Anda lihat keliru menyampaikan informasi.Yang terjadi di sana tidak seperti itu”.

“Bagaimana keliru, berbagai media massa dalam dan luar negeri, baik dari dunia Barat maupun dunia Islam memberitakan hal tersebut.Bahkan, kami punya saluran informasi tersendiri yang sangat dapat kami percayai,” tegas Rahmat.

“Ya, bagaimana kami bisa menjelaskan bila Anda tidak mempercayai kami.Cina selalu menyelesaikan masalah secara damai,” kata Pan.

“Bagaimana mungkin kami percaya pada informasi Anda, kalau fakta yang jelas tampak saja tidak Anda akui.Begitu juga, negara-negara besar selalu bicara damai, tapi faktanya pembunuhan.Amerika berkata menyebarkan kedamaian di Irak, buktinya pembantaian.Israel menyatakan hendak damai, tapi realitasnya pembantaian.Demikian halnya dengan Cina,”tandas Rahmat.

Pan menyampaikan, “Kalau begitu, bila Anda susah menerima penjelasan kami, silakan tanya pemerintah Anda tentang apa yang terjadi di sana.Mereka tidak mungkin berbohong kepada anda!”

Rahmat langsung menimpali, “Anda tahu, Duta Besar Indonesia di Cina, Pak Sudrajat, mengatakan bahwa Indonesia tidak akan campur tangan terhadap masalah Muslim di Xinjiang.Menurutnya, itu adalah persoalan dalam negeri Cina.Tidak mungkin pihak yang tidak peduli terhadap pembantaian kaum Muslim di Xinjiang dapat memberikan peristiwa apa adanya!”

Pan pun terdiam sejenak.“Baiklah, yang jelas Cina tidak melakukan pembantaian di sana,” tambah Pan berupaya meyakinkan.

Rahmat yang juga Ketua Lajnah Fa’aliyah itu bersuara dengan tegas, “Tidak ada pembantaian?Menurut statistik kependudukan di tahun 1936, pemerintahan Kuomintang Republik Cina saat itu memperkirakan jumlah warga muslim sebesar 48 juta jiwa lebih. Sejak diberlakukannya kebijakan Mao, angka tersebut menurun menjadi 10 juta warga saja. Kemana hilangnya 38 juta nyawa?Bila tidak terjadi genosida secara sistematik, mana mungkin hal ini dapat terjadi?”

Pan berupaya menjelaskan lagi, “Tidak mungkin hal itu terjadi.Kami punya kebijakan kependudukan tersendiri.Setiap etnis kami biarkan beranak-pinak.”

Muhammad Rahmat pun menjawab, “Sudahlah, yang kami inginkan adalah pemerintah Cina menghentikan pembunuhan terhadap kaum Muslim.Hizbut Tahrir Indonesia meminta Anda untuk menyampaikan surat pernyataan kami ke pemerintahan Cina di sana.”

Masing-masing mencoba menahan diri.“OK, kami akan menyampaikannya.Namun, setelah ini tolong teman-teman Anda di luar jangan terus berteriak-teriak.Kami terganggu kerja,” ujar sang sekretaris pertama.

Sambil menatap tajam, Rahmat berkata kepada Pan Zheng Mao, “Hizbut Tahrir melakukan aksi tanpa kekerasan.Anda tak pantas mengatakan terganggu hanya karena pengeras suara.Kami bukan sekadar terganggu oleh Cina, bahkan kami sangat terluka melihat dan menyaksikan saudara kami di Xinjiang dibunuhi dan dihalang-halangi haknya. Kami akan melihat perkembangan satu dua hari kedepan.Ingatlah, kaum Muslim adalah bersaudara, tanpa dibatasi oleh batasan teritorial.”Tanpa berkomentar lagi, akhirnya Pan menutup pembicaraan.Delegasi HTI pun meninggalkan ruangan.[mj]

Bookmark and Share

Adakah Mereka mengerti atau memang saya yang tidak faham


Syariat Islam telah mewajibkan wanita untuk menutup anggota tubuhnya yang termasuk aurat.Seorang wanita diharamkan menampakkan auratnya di kehidupan umum, di hadapan laki-laki non mahram, atau ketika ia melaksanakan ibadah-ibadah tertentu yang mensyaratkan adanya satru al-’aurat (menutup aurat).

Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Seseorang baru disebut menutup aurat, jika warna kulit tubuhnya tidak lagi tampak dari luar.Dengan kata lain, penutup yang digunakan untuk menutup aurat tidak boleh transparan hingga warna kulitnya masih tampak; akan tetapi harus mampu menutup warna kulit.

Ancaman bagi yang tidak menurut aurat adalah tidak mencium bau surge alias neraka, karena tidak amanah, tidak tunduk kepada aturan sang Kholik

Bookmark and Share

Bismillah. Allahumma Barikhlana fi Rajaba, wa Sya’bana wa balighna Ramadhan.


Rajaba, Sya’bana dan Ramadhan. Ada apa dengan ke tiga bulan ini? Duduk di depan PC di lantai 3 gedung Politeknik Batam sambil mengamati monitor yang menampilkan sesaknya friendster dan facebook. Tidak ketinggalan menyimak lantunan Qur’an yang dibawakan Al-Ghomidi dengan pemutar AIMP2 semakin membuat hati ini terus bertanya apakah kemuliaan bulan-bulan ini.

Sesaat kemudian teringat setahun yang silam, apa yang kuperbuat dibulan-bulan ini. Dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun, bahkan sepuluh tahun yang silam, aku terus bertanya, “Apa yang kulakukan saat?”. Teringat disaat yang ada sepuluh tahun lalu, tidak hadir di sembilan tahun yang lalu. Yang ada di sembilan tahun yang lalu tidak semuanya ada di delapan tahun yang lalu. Yang ada di delapan tahun yang lalu, tidak lagi hadir di lima tahun yang lalu, hmm…. seprpertinya aku ingat tiba-tiba ternyata yang ada di bulan yang sama di satu tahun yang lalu tidak ada lagi di bulan ini. Masya Allah…Inikah yang sementara itu? Inikah yang tidak kekal itu?  Inikah janji Allah dalam Qur’an itu?. Alhamdulillah, ups. sudah masuk waktu maghrib. Tinggal dulu ah. Saatnya ketemu yang mengadakan dan yang meniadakan semuanya itu. Loh, kok tahu? yaaah, kuno lo, kalau tidak tahu, silahkan buka surah Ar-Rahman ayat 1-5 aja baca pasit lo faham sendiri, dah dulu ya. Assalamu ‘alaikum wr.wb. Pembaca yang budiman.

Bookmark and Share

Michael Buriyev: Khilafah Islam, Satu Dari 5 Negara Besar Masa Depan


Michael Buriyev (Wakil Ketua Parlemen Rusia) dalam bukunya yang terbaru menyatakan:
Dunia sedang menuju menjadi 5 negara besar: Rusia, Cina, Khilafah Islam, Konfederasi Dua Amerika, dan India jika India bisa bebas dari cengkraman Islam yang mengurungnya (Pakistan, Bangladesh, Kasmir, Afganistan). (www.hizb-ut-tahrir.info: 18/06/09).

KOMENTAR: Allahumma ‘ajjil lana nushrataka bi qiyamiha, waj’alna mimman nala busyra Rasulika....

Bookmark and Share

Penguasa Boneka


Memanasnya isu Ambalat, yang secara kasatmata melibatkan Indonesia dengan Malaysia, tidak bisa dilihat sebagai konflik antara Indonesia dan Malaysia.

Ambalat adalah blok kaya minyak. Produksinya, menurut sumber resmi Kementerian ESDM, diperkirakan sekitar 30.000-40.000 barel perhari. Bahkan kawasan perairan Ambalat ini, menurut ahli geologi dari lembaga konsultan Exploration Think Tank Indonesia (ETTI), Andang Bachtiar, mengandung cadangan minyak yang luar biasa. Satu titik tambang di Ambalat menyimpan cadangan potensial 764 juta barel minyak dan 1,4 triliun kaki kubik gas. “Itu baru satu titik dari sembilan titik yang ada di Ambalat,” ujarnya (Tempo interaktif, 2/6/2009).

Dari situlah semuanya bermula. Petronas, perusahaan minyak milik Malaysia, memberikan konsesi pengeboran minyak di Blok Ambalat kepada Shell (perusahaan milik Inggris dan Belanda) 15 Februari 2005. Indonesia sendiri, menurut Marty Natalegawa, Jubir Deplu kala itu, sudah memberikan konsesi kepada beberapa perusahaan minyak dunia di lokasi ini sejak tahun 1960-an,antara lain kepada Total Indonesie untuk Blok Bunyu sejak 1967 yang dilanjutkan dengan konsesi kepada Hadson Bunyu BV pada 1985. Konsesi lainnya diberikan kepada Beyond Petroleum (BP) untuk Blok North East Kalimantan Offshore dan ENI Bukat Ltd. Italia untuk Blok Bukat pada 1988.

Jadi, perairan Ambalat, yang terdiri atas tiga blok—East Ambalat (dikelola Chevron-AS), Ambalat (ENI Lasmo-Italia) dan Bougainvillea—secara bisnis dan ekonomi memang sangat menggiurkan. Lalu siapa yang diuntungkan dari konflik ini? Jelas bukan Malaysia dan Indonesia, tetapi negara-negara penjajah seperti AS, Inggris, Belanda dan Italia. Karena itu, konflik Ambalat ini sejatinya adalah konflik kepentingan negara-negara penjajah itu. Hanya saja, mereka tidak berhadap-hadapan secara langsung, tetapi cukup dengan menggunakan para penguasa boneka, baik di Indonesia maupun Malaysia.

Di Pakistan, kita menyaksikan bagaimana para penguasa boneka Barat digunakan untuk membumihanguskan rakyatnya sendiri di Lembah Swat. Di negeri tetangganya, Afganistan, para penguasa boneka itu bahu-membahu dengan tentara NATO dan AS untuk melawan rakyat Afganistan yang tergabung dalam gerakan Taliban.

Di Somalia, Syeikh Syarif Ahmad yang kemarin menjadi mitra partai Islam dan para pemuda Mujahidin dalam peperangan menghadapi pemerintah yang loyal kepada Amerika dan pasukan Ethiopia, kini harus berbalik arah. Sang boneka itu pun berhasil dibeli oleh Amerika dan kini harus memerangi kedua kelompok yang sebelumnya berjuang bersamanya.

Para tentara penguasa boneka Arab seperti Mesir, Suriah dan Arab Saudi juga sama. Mereka telah berperang di pihak Amerika dalam Perang Teluk, dengan alasan membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak, yang dianggap orang-orang asing. Penguasa boneka di Irak sendiri juga telah memerangi kelompok perlawanan Kurdi. Bahkan setelah pendudukan Amerika di Irak, penguasa boneka itu pun memerangi para Mujahidin di Irak. Ironisnya, mereka sama sekali tidak berusaha memerangi Amerika, Inggris dan sekutunya.

Di Palestina juga demikian. Aparat keamanan Palestina yang kemarin menjadi mitra kelompok perlawanan dan pemerintah, kini harus berhadap-hadapan. Ironisnya, mereka tidak sungguh-sungguh melakukan perlawanan terhadap Israel.

Iran juga sama. Para penguasa boneka di negeri mullah itu membantu Amerika di Irak dan Afganistan. Bahkan beberapa waktu yang lalu para penguasa Iran, Afganistan dan Pakistan bertemu. Mereka sepakat untuk memerangi terorisme dan menjaga keamanan di perbatasan, agar para teroris itu tidak bisa keluar-masuk wilayah mereka.

Siapapun yang mencermati peristiwa dan realitas politik di atas akhirnya bisa menemukan jawaban, bahwa sesungguhnya Amerika, Inggris dan negara-negara penjajah telah menggunakan negeri-negeri tersebut berikut para tentaranya untuk menceburkan diri dalam medan peperangan dengan menjadi bonekanya di wilayah-wilayah tersebut.

Operasi militer yang dilakukan tentara Pakistan sejatinya merupakan operasi yang dilakukan untuk menggantikan Amerika di wilayah kabilah (FATA) yang telah dikuasai kelompok perlawanan Afganistan. Karzai dan gerakan-gerakan yang berkoalisi dengannya juga sama. Mereka telah terlibat dalam peperangan dan bahu-membahu dengan tentara Amerika di Afganistan untuk mempertahankan posisi, aset dan kepentingan Amerika di wilayah itu.

Di Irak, sudah menjadi rahasia umum, bahwa para penguasa Arab telah bersekutu dengan Amerika. Mereka terlibat dalam peperangan untuk melawan tentara Irak; membuka jalan bagi Amerika untuk menduduki Irak, merampas kekayaannya, membunuh dan mengusir jutaan warganya. Begitu juga dengan pemerintah boneka yang dibentuk oleh Amerika di Irak. Pemerintahan ini dibentuk atas dasar aliran, termasuk membentuk gerakan Ashahwah. Kelompok ini berhasil digunakan untuk memerangi semua gerakan perlawanan di Irak, menggantikan tugas Amerika.

Di Somalia, tugas Amerika berhasil digantikan dengan baik oleh pemerintah boneka, Syeikh Syarif Ahmad.

Di Palestina, Jenderal Amerika, Dayton, berhasil mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membersihkan semua kekuatan perlawanan dari aparat keamanan. Kemudian, ia melatih generasi baru yang rela untuk mengawasi dan menangkapi “saudara-saudara mereka sendiri, meski harus menggunakan kekuatan senjata”, atau bahkan menjadi mitra pemerintah dalam rangka menjaga keamanan orang-orang Yahudi serta melestarikan kepentingan, pengaruh dan cengkeraman Amerika di Palestina.

Mereka inilah yang disebut oleh Nabi saw.,“ar-Rajulu at-tâfih yar’a syu’ûna al-’âmmah (Orang idiot yang mengurus urusan orang banyak).”

Tepat sekali sebutan Nabi saw. Bagaimana tidak idiot, seorang presiden kafir, dari negara kafir, yang tangannya masih berlumuran darah kaum Muslim, dan pasukannya siang dan malam masih terus membantai saudara-saudara mereka di Irak, Afganistan, Pakistan dan Somalia disambut begitu rupa, bahkan mengajari mereka kepentingan mutual respect (saling menghormati)?

Mengapa umat Islam belum juga mengambil kendali kekuasaannya, menyatukan dirinya dan menegakkan Khilafah yang akan menerapkan Islam secara kâffah, mengemban risalah, cahaya dan petunujuk kepada seluruh umat manusia, sehingga umat manusia terbebas dari kegelapan, kezaliman dan kejahatan Amerika dan negara-negara penjajah lainnya menuju keadilan Islam? Setelah itu, Khilafah akan mengembalikan posisi kaum Muslim pada kedudukan yang semestinya dan menjadikan negaranya sebagai negara adadidaya dunia, menggantikan AS, Inggris, Uni Eropa, Rusia dan Cina. []Hafidz Abdurrahman

Bookmark and Share

Pendidikan Seks Remaja Malah Semarakkan Seks Bebas


Hal ini diungkapkan Davina Chairunnisa, S.Kep, Ners, Praktisi
Kesehatan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan  dalam
Seminar Remaja “Islam Menjawab Persoalan Kesehatan Reproduksi Remaja,
Ahad (31/05), di Aula Kayuh Baimbai Pemerintah Kota Banjarmasin.

Menurut Davina, ini disebabkan program pendidikan seksual saat ini
tidak hanya mencakup fakta-fakta biologis, tapi juga menyuguhkan
informasi dan keterampilan praktis kepada para remaja mengenai soal
berkencan, hubungan seks, serta penggunaan kontrasepsi. Di Indonesia 
pemerintah melalui BKKBN mengeluarkan kebijakan pendidikan kesehatan
reproduksi melalui penyuluhan, seminar, buku saku dan dirumuskan dalam
kurikulum formal maupun non formal. Dari segi muatan, materi  yang
disampaikan berisi  gambar dan penjelasan vulgar, provokatif (keinginan
untuk mencoba) serta tidak tepat sasaran (lebih tepat untuk pasutri).
Tidak aneh, jika di Amerika sendiri, remaja belum menikah, malah yang
aktif melakukan kegiatan seks dan menggunakan alat kontrasepsi lebih
besar dibandingkan pasangan menikah.

Davina menghimbau agar umat Islam waspada terhadap program Kesehatan
Reproduksi Remaja yang dirumuskan berlandaskan pemikiran
sekuler-liberal.

dr. Lely Hartati, Praktisi Kesehatan Puskesmas Pesayangan Martapura
menyampaikan konsep kesehatan reproduksi dalam Islam. Pendidikan seks
berbasis aqidah Islam tidak diberikan secara vulgar seperti dalam
sosialisasi kesehatan produksi remaja saat ini. Tetapi, pendidikan seks
Islam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan anak
dalam membentuk kepribadian Islam yang tangguh. Menyiapkan anak untuk
mampu menjalani peran dan tanggung jawabnya sebagai laki-laki dan
perempuan, tanpa merasa superior dan inferior oleh jenis kelaminnya.

Untuk itu Lely juga mengingatkan kepada para orang tua untuk
menjalankan perannya sebagai pendidik pertama dan utama. Hal ini juga
melibatkan sinergi antara orangtua, sekolah, masyarakat dan negara.

Seminar ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar SMP, SMA
dan guru se-Banjarmasin. Dimeriahkan juga penampilan kabaret dari
Kelompok Remaja Cerdas Muslimah HTI Kalsel. Diakhiri dengan pengumuman
pemenang Lomba Mading tingkat Pelajar se-Banjarmasin. (Dini/Lala Bjm)

Bookmark and Share

Lalat Ciptaan Allah


Waktu obama diwawancarai oleh CNBC di gedung putih, mukanya dihinggapi lalat. Demikian juga waktu dia pidato di KAIRO, mukanya dilalatin juga. Saya jadi teringat dengan ucapan IMAM SYAFI’I ketika beliau ditanya oleh anaknya HARUN AR-RASYID tentang untuk apa Allah menciptakan lalat? Beliau menjawab: UNTUK MENGHINAKAN PARA RAJA. Wallahu a’lam….

Bookmark and Share

Kisah Gajah dan Kutu Loncat dari doktermudaliar


Ada seekor gajah. Gajah ini ditangkap dan dibelenggu keempat kakinya dengan rantai yang terbuat dari besi. Saban hari, gajah tadi berusaha melarikan diri. Namun setiap kali dia melompat, dirinya selalu terjatuh. Ini selalu terjadi berulang-ulang.
Sebulan kemudian, rantai besi itu dilepas. Gajah tetap diikat keempat kakinya. Namun kali ini cuma dengan tali rafia yang tipis.

Menurut anda apakah kali ini gajah bisa melarikan diri?

Sayangnya perkiraan anda meleset. Ternyata gajah tadi tetap melompat dan tetap terjatuh seperti semula.
Hei, apa yang terjadi? Bukankah gajah semestinya mampu-mampu saja dengan kekuatannya memutus tali rafia tersebut?
Ternyata waktu sebulan telah membuat otak gajah membuat sketsa bahwa dirinya tidak akan mampu melarikan diri. Dalam sketsa pikirannya dirinya masih dirantai dengan rantai yang kuat.

Izinkan saya melanjutkan dengan kisah yang kedua. Percobaan yang hampir mirip dilakukan terhadap seekor kutu loncat. Kutu loncat ini, sebelum dia ditangkap konon mampu melompat setinggi puluhan sentimeter sampai bahkan ratusan senti. Kutu loncat tadi senasib dengan gajah. Dirinya juga ditangkap dan dikurung di dalam kotak korek api. Selama sebulan dirinya dibiarkan hidup di dalam kotak korek api. Pada bulan berikutnya, kutu loncat kembali dibebaskan. Tebak, apa yang terjadi?

Menarik, kali ini si kutu loncat hanya bisa melompat setinggi 1 cm, setinggi kotak korek api. Perhatikan, waktu sebulan telah menjadikan dia melupakan potensi besar yang sebelumnya dimilikinya….

Sahabat, sadar atau tidak sesungguhnya dalam kehidupan, seringkali kita juga berada dalam kondisi yang serupa. Kita, dalam sketsa pikiran kita terperangkap dalam kotak korek api buatan kita sendiri. Kita, terbelenggu dalam bayangan rantai yang menggelayuti sketsa pikiran kita.

Kita, tanpa sadar telah membelenggu diri kita sendiri dengan rantai-rantai maya. Rantai-rantai itu membuat kita gagal untuk maju.
Rantai itu, kadang bernamakan alasan hambatan usia, kadang berwujud alasan pendidikan, kadang pula bertemakan kesehatan, atau malah alasan nasib. Layaknya pengalaman sang gajah di atas, dalam sketsa pikiran kita juga terbentuk gambaran bahwa kita akan tetap terbelenggu dan mustahil melepaskan diri dari jeratannya.Padahal, semua hanyalah rantai maya yang begitu rapuh.

Sahabat, kita namakan rantai-rantai ini sebagai faktor penghambat internal. Semuanya berasal dari diri kita.. Dan ingatkah anda apa yang telah kita pelajari di atas? Bahwa: kita adalah pengendali atas kehidupan kita sendiri. Maka yang mampu memutuskan rantai-rantai itu hanyalah diri kita sendiri.

Laksana kutu loncat, sebenarnya kita memiliki kemampuan yang sungguh luar biasa. Kita mampu melompat tinggi. Namun dikarenakan suatu hal kita terkurung dalam kotak korek api yang sempit. Akibatnya, kita hanya mampu melompat rendah.

Faktor eksternal atau faktor lingkungan. Inilah kotak korek api yang memenjarakan kita. Tanpa kita sadari lingkungan kita telah memenjarakan potensi kita. Kita, sebenarnya tercipta dengan potensi yang luar biasa. Si Amat, sebagai contoh, sebenarnya dia memiliki potensi sebagai seorang seniman sastra yang mumpuni. Namun lingkungannya memasung potensinya tersebut. Teman-temannya sering mencela bila sewaktu-waktu Amat berusaha mengeluarkan potensinya. Keluarganya tidak mendukung kemampuannya. Maka Amat akhirnya lambat laun melupakan potensi seni yang tinggi yang sebenarnya dimilikinya.

Si Budi, sebenarnya adalah anak yang jenius. Otaknya sangat brilian, apalagi dalam bidang eksak. Sayangnya, di sekolahnya, dia menjadi minder dengan teman-temannya. Teman-temannya selalu mengejek bila Budi berupaya membaca di waktu senggangnya. Budi akhirnya berupaya menyesuaikan dengan standar kawan-kawannya. Lama kelamaan dia melupakan kejeniusan yang dimiliknya. Apa yang terjadi kemudian? Pada akhirnya Budi terbentuk sebagai Budi yang biasa-biasa, tak beda prestasinya dengan kawan-kawannya.

Mungkin kasus Amat dan Budi juga terjadi pada diri kita. Kita seringkali terstagnankan dengan standar yang ada pada lingkungan kita. Di sekolah atau kampus, ketika rata-rata teman kita berprestasi dengan nilai standar 70, maka dalam pikiran kita… ya afdhalnya mensejajari dia dalam prestasi tersebut. Kalau dia segitu, ya saya segitu juga. Sadar atau tidak, pada saat berpikir demikian sesungguhnya kita sedang berada dalam kotak korek api maya bikinan kita sendiri. Percayakah anda, bisa jadi sesungguhnya anda mampu meraih prestasi dengan nilai 90 atau bahkan 100. sayangnya karena anda telah terbiasa berada dalam kotak korek api maya tersebut, anda bahkan lupa akan kemampuan anda meraih prestasi demikian.

Kini semuanya tergantung anda. Kita adalah pengendali kehidupan kita. Maju atau tidak kehidupan kita, kendali ada di tangan kita Jadi sejak sekarang lepaskan semua belenggu rantai yang bergelayut di diri anda…. berlarilah sekencangnya…. buang kotak korek api yang memenjarakan anda….. lalu melompatlah setinggi-tingginya

Bookmark and Share

Sebaik-baik Panglima di copy dari doktermudaliar


“Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki . Maka sebaik-baik panglima adalah yang menaklukkannya dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara.” (HR Ahmad).

Dan engkaulah lelaki yang dimaksudkan oleh hadits tersebut…. begitu yang ditanamkan oleh Syaikh Aaq Syamsyuddin kepada muridnya, Muhammad AlFatih kecil.

Dan kata-kata itu pula yang tetap memenuhi rongga kepalanya hingga beranjak dewasa, hingga saat-saat dia berpidato di hadapan 250 ribu pasukannya sesaat sebelum akan menaklukkan kota lambang adidaya Romawi tersebut.

“Jika penaklukan Konstantinopel ini sukses, maka sabda Nabi saw telah menjadi kenyataan, dan salah satu mukjizatnya telah terbukti. Kita pun akan mendapatkan bagian dari apa yang telah dijanjikan dalam hadits ini, yaitu kemuliaan dan penghormatan…”

Usaha pembebasan konstantinopel telah dimulai lebih dari 800 tahun sebelumnya, oleh para mujahidin silih berganti. Namun, konstantinopel tetap bergeming. Di benak alFatih, kegagalan-kegagalan sebelumnya bukan menjadi alasan untuk berpatah arang pula. Justru, kegagalan-kegagalan sebelumnya adalah anak-anak tangga untuk meraih kesuksesan. Dan dia kini berada di anak tangga yang terakhir. Tinggal selangkah lagi!

Saat itu, serangan armada laut Turki yang dipimpinnya, mendapat hambatan rantai bergerigi besar dan kuat yang dipasang Byzantium. Akibatnya, banyak kapal pasukan Al Fatih yang tenggelam. Namun, kenapa harus menyerah? Karena kemenangan sudah terlanjur di hadapan mata. Maka pada malam harinya, 70 kapal perang Turki dilayarkannya di daratan, menggunakan kayu gelondongan dan minyak goreng! Spektakuler! Kapal-kapal itu berlayar di puncak bukit, bukan di ombak lautan.

Bagi para pemimpi seperti alFatih, kemenangan sudah tergambar jelas di depan mata jauh sebelum dia bertempur

Dan tepat pada selasa pukul satu dini hari 29 Mei 1453, dengan gemilang gerbang kemenangan Konstantinopel terbuka. Ini membuktikan kebenaran nubuwwah Rasul, sekaligus membuktikan keniscayaan kekuatan mimpi dan keyakinan AlFatih.

“..Konstantinopel …. sebaik-baik panglima adalah yang menaklukkannya…”

Bookmark and Share

Jangan Mengeluh di Copy dari doktermudaliar


Hidup ini begitu indah dan berwarna. Namun bagi banyak orang bahkan keindahan itu tak pernah terasa sedikitpun, padahal keindahan tersebut telah menyentuh dan merasuki pori-pori kulit mereka. Bagi mereka, apapun terlihat begitu suram. Pohon yang rindang terasa bagaikan sebuah ancaman yang begitu menakutkan…. siulan burung di pagi hari terasa sebagai ejekan-ejekan yang terarah kepada dirinya.

Mereka, saya namakan sebagai para pengeluh. Hal yang besar sampai hal yang sepele sekalipun… Apapun, selalu dikeluhkan. Sampai-sampai tak berjalan detik jarum jam tanpa ada keluar keluhan dari dalam hatinya.

Bangun pagi, teriakan bayi anak tetangga memulai omelan-omelannya hari ini. Berisik! Keluhnya. Dirinya pun beranjak ke kamar mandi, ternyata air ledeng tidak jalan, terpaksa dirinya menimba air dulu dari dalam sumur. Sial! Umpatnya. Kemudian dia menuju meja sarapan… Huh, lagi-lagi lauk yang sama! Keluhnya pada ibunya….. siap berangkat, ternyata ban motornya kempes…. dirinya pun berteriak kesal.

Di perjalanan, apa daya… karena kesiangan, jalanan sudah keburu macet. Maka dimain-mainkannya klakson mototnya dengan keras sebagai pelampiasan kekesalannya.
Bayangkan betapa suramnya kehidupannya.

Akan berbeda, andai saja dia tidak mengimbuhkan keluhan dalam segala lakunya. Dia bangun dengan senyuman lebar, ”Alhamdulillah… karunia Allah yang menghidupkanku setelah matiku….. Alhamdulillah… atas nafas segar yang masih mampu kuhirup…. atas segala nikmat yang tercurah”

Lalu terdengar teriakan tangis bayi anak tetangga…. senyumannya makin melebar. Tangis itu bagai sebuah alunan melodi yang begitu indah di telinganya.
Beranjak dirinya ke kamar mandi, ternyata air ledeng tidak jalan, terpaksa dirinya menimba air sumur. lumayan, sekalian olahraga, bisik hatinya. Usai subuh, dirinya beranjak menuju meja untuk sarapan. Alhamdulillah, makasih ibu! Pekiknya. Senyum sang ibu pun mengembang. Siap berangkat, ternyata ban motornya kempes. Diambilnya pompa, tetap dengan tersenyum, dan dipompanya ban motornya seraya bersiul-siul riang.

Di perjalanan, apa daya… karena kesiangan, jalanan sudah keburu macet….. namun, sekali lagi… kemacetan tak menyurutkan bahagia dalam hatinya. Dihiburnya dirinya dengan berdendang pelan. Diperhatikannya angkasa biru yang membentang di atasnya… selamat pagi… betapa indahnya hari ini…

Lihatlah, aktivitas yang dilakukan sama saja….. namun pada yang kedua, semua menjadi begitu indah.

Kita adalah pengatur kehidupan kita. Bukan orang lain, bukan lingkungan yang menjadi pengendali kita. Maka kita berhak men-setting kehidupan kita sesuai yang kita inginkan.
Aktifkan mode bahagia dan optimis dalam settingan kehidupan kita… turn off semua tool dan mode yang berbentuk keluhan.

Maka percayalah…. dengan begitu sungguh dunia ini akan terasa begitu indah di setiap sisi-sisinya.

Bookmark and Share