Pendidikan Seks Remaja Malah Semarakkan Seks Bebas
Hal ini diungkapkan Davina Chairunnisa, S.Kep, Ners, Praktisi
Kesehatan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kalimantan Selatan dalam
Seminar Remaja “Islam Menjawab Persoalan Kesehatan Reproduksi Remaja,
Ahad (31/05), di Aula Kayuh Baimbai Pemerintah Kota Banjarmasin.
Menurut Davina, ini disebabkan program pendidikan seksual saat ini
tidak hanya mencakup fakta-fakta biologis, tapi juga menyuguhkan
informasi dan keterampilan praktis kepada para remaja mengenai soal
berkencan, hubungan seks, serta penggunaan kontrasepsi. Di Indonesia
pemerintah melalui BKKBN mengeluarkan kebijakan pendidikan kesehatan
reproduksi melalui penyuluhan, seminar, buku saku dan dirumuskan dalam
kurikulum formal maupun non formal. Dari segi muatan, materi yang
disampaikan berisi gambar dan penjelasan vulgar, provokatif (keinginan
untuk mencoba) serta tidak tepat sasaran (lebih tepat untuk pasutri).
Tidak aneh, jika di Amerika sendiri, remaja belum menikah, malah yang
aktif melakukan kegiatan seks dan menggunakan alat kontrasepsi lebih
besar dibandingkan pasangan menikah.
Davina menghimbau agar umat Islam waspada terhadap program Kesehatan
Reproduksi Remaja yang dirumuskan berlandaskan pemikiran
sekuler-liberal.
dr. Lely Hartati, Praktisi Kesehatan Puskesmas Pesayangan Martapura
menyampaikan konsep kesehatan reproduksi dalam Islam. Pendidikan seks
berbasis aqidah Islam tidak diberikan secara vulgar seperti dalam
sosialisasi kesehatan produksi remaja saat ini. Tetapi, pendidikan seks
Islam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan anak
dalam membentuk kepribadian Islam yang tangguh. Menyiapkan anak untuk
mampu menjalani peran dan tanggung jawabnya sebagai laki-laki dan
perempuan, tanpa merasa superior dan inferior oleh jenis kelaminnya.
Untuk itu Lely juga mengingatkan kepada para orang tua untuk
menjalankan perannya sebagai pendidik pertama dan utama. Hal ini juga
melibatkan sinergi antara orangtua, sekolah, masyarakat dan negara.
Seminar ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar SMP, SMA
dan guru se-Banjarmasin. Dimeriahkan juga penampilan kabaret dari
Kelompok Remaja Cerdas Muslimah HTI Kalsel. Diakhiri dengan pengumuman
pemenang Lomba Mading tingkat Pelajar se-Banjarmasin. (Dini/Lala Bjm)