Sebaik-baik Panglima di copy dari doktermudaliar
“Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki . Maka sebaik-baik panglima adalah yang menaklukkannya dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara.” (HR Ahmad).
Dan engkaulah lelaki yang dimaksudkan oleh hadits tersebut…. begitu yang ditanamkan oleh Syaikh Aaq Syamsyuddin kepada muridnya, Muhammad AlFatih kecil.
Dan kata-kata itu pula yang tetap memenuhi rongga kepalanya hingga beranjak dewasa, hingga saat-saat dia berpidato di hadapan 250 ribu pasukannya sesaat sebelum akan menaklukkan kota lambang adidaya Romawi tersebut.
“Jika penaklukan Konstantinopel ini sukses, maka sabda Nabi saw telah menjadi kenyataan, dan salah satu mukjizatnya telah terbukti. Kita pun akan mendapatkan bagian dari apa yang telah dijanjikan dalam hadits ini, yaitu kemuliaan dan penghormatan…”
Usaha pembebasan konstantinopel telah dimulai lebih dari 800 tahun sebelumnya, oleh para mujahidin silih berganti. Namun, konstantinopel tetap bergeming. Di benak alFatih, kegagalan-kegagalan sebelumnya bukan menjadi alasan untuk berpatah arang pula. Justru, kegagalan-kegagalan sebelumnya adalah anak-anak tangga untuk meraih kesuksesan. Dan dia kini berada di anak tangga yang terakhir. Tinggal selangkah lagi!
Saat itu, serangan armada laut Turki yang dipimpinnya, mendapat hambatan rantai bergerigi besar dan kuat yang dipasang Byzantium. Akibatnya, banyak kapal pasukan Al Fatih yang tenggelam. Namun, kenapa harus menyerah? Karena kemenangan sudah terlanjur di hadapan mata. Maka pada malam harinya, 70 kapal perang Turki dilayarkannya di daratan, menggunakan kayu gelondongan dan minyak goreng! Spektakuler! Kapal-kapal itu berlayar di puncak bukit, bukan di ombak lautan.
Bagi para pemimpi seperti alFatih, kemenangan sudah tergambar jelas di depan mata jauh sebelum dia bertempur
Dan tepat pada selasa pukul satu dini hari 29 Mei 1453, dengan gemilang gerbang kemenangan Konstantinopel terbuka. Ini membuktikan kebenaran nubuwwah Rasul, sekaligus membuktikan keniscayaan kekuatan mimpi dan keyakinan AlFatih.
“..Konstantinopel …. sebaik-baik panglima adalah yang menaklukkannya…”